Mengenang Tragedi Sampit, Konflik Berdarah Paling Mencekam yang PernahTerjadi di Tanah Kalimantan

Sudah lebih dari 15 tahun semenjak tragedi sampit berlalu. Konflik ini menjadi salah satu konflik etnis yang paling memakan banyak korban dalam sejarah Indonesia. Bahkan ketika membahas mengenai tragedi ini, masih banyak orang yang akan teringat pada tragedi sampit dan ingatan mereka masih terus tertuju ada konflik ini.

Tragedy ini terjadi sekitar pada tahun 2001 di Kalimantan tengah. Ketika tragedi ini telah terjadi, pemandangan pada kota Kalimantan tengah ini sendiri menjadi sangat mengerikan karena sejauh mata memandang kita hanya bisa melihat mayat yang bertebaran ataupun darah-darah yang bertumpahan.

Sebelum kita mengulas lebih lanjut mengenai tragedi ini, penulis hanya ingin menjelaskan kalau tujuan dari artikel ini bukanlah untuk membuka luka lama kembali, namun hanya untuk mempelajarinya agar suatu saat nanti tidak akan terulang hal yang serupa. Berikut, beberapa hal yang perlu diketahui mengenai tragedi sampit.

Latar belakang serta penyebab dari konflik sampit

Sumber Gambar : https://2.bp.blogspot.com/-HsZojcC23lk/WQWS9I-D4dI/AAAAAAAAAG4/qNsuKzLNmaMV7cVObx3dSMALO0yfCWbXwCLcB/s1600/madura.jpg

Ada banyak sekali kabar yang beredar mengenai penyebab konflik ini. ada yang bilang kalau konflik ini pertama kali dipicu oleh orang madura dan ada juga yang bilang kalau orang dayaklah yang pertama kali melakukan penyerangan. Dari banyaknya kabar ini, kita sedikit-sedikit bisa menarik penyebab dari masalah ini.

Versi paling populer dari penyebab konflik ini adalah karena pemerintah membukan program transmigrasi, dimana banyak orang-orang madura yang berdatangan dan akhirnya dianggap membawa dampak yang tidak baik bagi suku warga asli seperti Dayak. Ekonomi mulai dikuasai oleh pendatang yang membuat warga asli menjadi lebih sulit berkembang, sehingga sedikit demi sedikit terjadi gesekan dan konflikpun lahir.

Puncak dari konflik ini adalah pada tahun 2001 dimana banyak terjadi pembakaran rumah oleh suku Dayak dan madura dan konflik meluas sehingga seperti yang diceritakan orang-orang sekarang ini.

Kengerian dari konflik tersebut

Dikatakan kalau pada saat konflik ini terjadi, suasana di Kalimantan tengah sama seperti ada saat jepang melakukan penjajahan terhadap warga tiongkok pada perang dunia kedua. Kedua kelompok ini menyerang satu sama lain, sampai-sampai kita bisa melihat banyak mayat-mayat yang tergeletak di tanah tanpa kepala. Dan korban dari konflik ini tidak hanya pria dan wanita saja, namun juga anak-anak. Bahkan suku-suku Dayak pedalaman juga dikatakan turut terlibat dalam konflik ini.

Jumlah korban dari konflik sampit

Memang tidak pernah dibeberakan data mengenai berapa banyak korban yang berjatuhan karena konflik ini, namun pasti jumlah korbannya mencapai ratusan. Sampai-sampai membuat banyak warga mengungsi karena konflik ini.

Aksi pencegahan pemerintah yang sangat tidak maksimal                                                          

Jumlah korban yang mencapai ratusan terebut sudah menjadi catatan yang tidak bagus dalam dunia kepolisian Indonesia dan bukti kalau pencegahan yang dilakukan pemerintah sangatlah tidak maksimal. Tapi memang pada saat itu, keadaan sangatlah tidak terkendali. Beberapa kali polisi berhasil meredamkan situasi, namun konflik masih terus bergejolak karena berbagai macam faktor.

Rumor adanya kekuatan Dayak yang mistis yang ikut bercampur tangan dalam konflik ini

Sumber gambar : https://www.tanahnusantara.com/wp-content/uploads/2017/07/Suku-dayak.jpg

Dikala terjadinya konflik ini, terdapat rumor yang bertebaran mengenai kekuatan mistis suku Dayak yang sangat ampuh. Dimulai dari Mandau yang terbang sendiri dan mengincar kepala orang lain, sampai mencium bau darah pada seseorang. Yang pasti topik akan kemagisan suku Dayak juga tidak lepas diperbincangkan dalam konflik tersebut.

Konflik tragedi sampit ini memanglah sejarah luka lama yang dimiliki oleh Indonesia. Oleh karena itu, kita mempelajari sejarah ini dengan harapan kalau hal-hal serupa tidak akan pernah terjadi di masa yang akan mendatang.

Post Author: Admin