Mengenal Istilah Winter Solstice

Apa itu Winter Solstice?

Winter Solstice adalah kembalinya matahari mencapai titik balik musim dingin dan fenomena ini akan terjadi selama 2 kali dalam setahun. Peristiwa winter solstice ini merupakan pertanda hari pertama musim dingin untuk belahan bumi bagian utara dan juga musim panas untuk belahan bumi bagian selatan. Biasanya winter solstice akan terjadi saat matahari akan mencapai titik paling selatan yang dikenal juga sebagai Tropic of Capricorn lalu pada akhirnya akan kembali bergerak ke arah utara.

Tropic of Capricorn atau garis balik selatan merupakan salah satu dari 5 garis lintang utama yang dapat anda lihat berwarna merah untuk menandai peta bumi. Garis balik selatan ini ternyata berada di zona iklim sedang. Tanda-tanda peralihan ke musim dingin ini adalah biasanya satu hari akan menjadi lebih pendek dari biasanya. Artinya, pada saat siang hari akan lebih sebentar dibandingkan malam hari. Namun hal sebaliknya akan terjadi saat peralihan musim panas, tanda-tanda peralihan ke musim panas adalah siang hari lebih panjang ketimbang malam hari pada satu hari tersebut.

Hal ini bisa terjadi karena sumbu rotasi bumi yang miring sebesar 23.5 derajat pada saat pengederan bumi mengelilingi matahari ini. Winter solstice juga merupakan alasan mengapa negara kawasan subtropics memiliki 4 musim. Kenapa? Jawabannya adalah karena winter solstice merupakan buah dari gerak semu tahunan matahari disebabkan oleh pergerakan poros bumi.

Gerak semu ini biasanya akan dimulai antara tangga 21 atau 22 maret, karena saat tanggal ini matahari berada di ekuator atau garis khayal dengan lingkaran terbesar yang mengelilingi bumi. Seperti yang dijelaskan di atas, saat matahari berada di ekuator tersebut perlahan-lahan sang matahari bergerak ke utara dengan derajat hingga 23.5 LU (Lintang Utara) pada 21 Juni. Itulah yang dinamakan summer solstice karena belahan utara akan memasuki tahap musim panas sementara bumi bagian selatan mengalami musim dingin.

Nah, dari utara matahari perlahan bergerak kembali ke selatan dan mencapai titik ekuator di tanggal 22 atau 23 September. Diposisi ini matahari akan mencapai autumnal equinox atau yang biasa disebut sebagai titik musim semi matahari dan menjadi tanda dimulainya musim semi astronomis di belahan bumi selatan, sementara di bagian bumi utara akan terjadi pada tanggal 20 Maret. Lalu secara perlahan matahari akan terus berputar hingga kembali mencapai titik 23.5 LS (Lintang Selatan) dan begitu seterusnya selama dua kali dalam setahun. Fenomena winter solstice sempat menghebohkan masyarakat seluruh belahan dunia pada 12 Desember 2012 yang disebut sebagai hari kiamat menurut kalender Suku Maya. Padahal winter solstice sudah berlangsung setiap tahunnya.

Fenomena ini ternyata juga memiliki perayaan tersendiri di berbagai belahan dunia. Winter solstice dirayakan di Roma masa lalu yang dinamakan perayaan Saturnalia karena memperingati seorang dewa bernama Saturn yang dipercayai sebagai dewa pember berkah pada pertanian. Perayaan ini biasanya diadakan selama satu hari yaitu pada tanggal 17 Desember lalu kemudian diperpanjang menjadi satu minggu hingga tanggal 23 Desember. Pada perkembangannya sebenarnya beberapa kaisar yang pernah memerintah, perayaan ini pernah dikurangi harinya menjadi 5 atau 3 hari namun saat pelaksanaannya tetap saja menjadi seminggu penuh.

Perayaan Saturnalia juga menjadi penanda hari libur dalam kalender Romawi sehingga akan ada banyak ibadah suci yang dilakukan. Salah satunya adalah persembahan pada sang Dewa Saturnus yang dilakukan dengan gaya Yunani seperti tanpa penutup kepala dan melepas ikatan wol pada kaki patung di kuil Saturnus karena hal ini dinggap sebagai pembebesan para dewa. Setelah melakukan ritual suci tersebut masyarakat akan menikmati hidangan dalam perjamuan yang dinamakan lectisternium dimana sebuah patung lambang sang Dewa Saturnus akan diletakkan di tengah perjamuan seakan hadir di tengah masyarakat.

Perayaan ini mengedepankan suasana suka cita, para budak juga dibebaskan untuk berpakaian bagus serta ikut duduk dalam perjamuan dan ikut andil dalam berjudi, bersantai-santai, dan bersenang-senang selama satu hari penuh. Selain itu juga ada momen untuk memilih seorang ‘raja keonaran’ di setiap rumah tangga yang dimana seseorang dapat menjadi raja pada hari itu berhak memerintah seluruh keluarganya. Perayaan saturnalia juga disebut-sebut sebagai awal perayaan Natal yang kita kenal saat ini.

Post Author: Admin